Jumat, 26 Maret 2010

Perkembangan Penelitian Autisme

Tahun 1960 penanganan anak dengan autisme secara umum didasarkan pada model psikodinamika, menawarkan harapan akan pemulihan melalui experiential manipulations (Rimland, 1964). Namun demikian model psikodinamika dianggap tidak cukup efektif. Pada pertengahan tahun 1960-an, terdapat sejumlah laporan penelitian bahwa pelaku psikodinamik tidak dapat memberikan apa yang mereka janjikan (Lovaas, 1987). Melalui berbagai literatur, dapat disebutkan beberapa ahli yang memiliki perbedaan filosofis, variasi-variasi treatment dan target-target khusus lainnya, seperti:

Rimland (1964): Meneliti karakteristik orang tua yang memiliki anak dengan autisme, seperti: pekerja keras, pintar, obsesif, rutin dan detail. Ia juga meneliti penyebab autisme yang menurutnya mengarah pada faktor biologis.

Bettelheim (1967): Ide penyebab autisme adalah adanya penolakan dari orang tua. Infantile Autism disebabkan harapan orang tua untuk tidak memiliki anak, karena pada saat itu psikoterapi yang sangat berpengaruh, maka ia menginstitusionalkan 46 anak dengan autistime untuk keluar dari stress berat. Namun tidak dilaporkan secara detail kelanjutan dari hasil pekerjaannya tersebut.

Delacato (1974): Autisme disebabkan oleh Brain injured. Sebagai seorang Fisioterapi maka Delacato memberikan treatment yang bersifat sensoris. Pengaruh ini kemudian berkembang pada Doman yang dikemudian hari mengembangkan metode Gleen Doman.

Lovaas (1987): Mengaplikasikan teori Skinne dan menerapkan Behavior Modification kepada anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan autistisme di dalamnya. Ia membuat program-program intervensi bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang dilakukannya di UCLA. Dari hasil program-program Lovaas, anak-anak dengan autisme mendapatkan program modifikasi perilaku yang kemudian berkembang secara professional dalam jurnal-jurnal psikologi.

Hingga saat ini terdapat banyak program intervensi perilaku bagi anak dengan autisme, setiap program memiliki berbagai variasi dan pengembangan-pengembangan sendiri sesuai dengan penelitian-penelitan dilakukan. Perkembangan studi mengenai autisme kemudian disampaikan oleh Rogers, Sally J., sebagaimana disebutkan di bawah ini:
1960s Heavy emphasis on causes of autism, correlates of autism
1970s Heavy emphasis on assessment, diagnosis: emerging literature on treatment
1980s Heavy emphasis on functional assessment and treatment, school-based services
1990s Heavy emphasis on social interventions, assessment, school-based services
2000s Litigation, school-based service

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Autisme
www.autis.info/

Tes Untuk Mendiagnosa Autisme

Autisme sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari berbagai kombinasi gangguan perkembangan. Bila tes-tes secara behavioral maupun komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen screening yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme:

Childhood Autism Rating Scale (CARS): skala peringkat autisme masa kanak-kanak yang dibuat oleh Eric Schopler di awal tahun 1970 yang didasarkan pada pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga 15; anak dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi verbal

The Checklis for Autism in Toddlers (CHAT): berupa daftar pemeriksaan autisme pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur 18 bulan, dikembangkan oleh Simon Baron Cohen di awal tahun 1990-an.

The Autism Screening Questionare: adalah daftar pertanyaan yang terdiri dari 40 skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 4 tahun untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi dan sosial mereka.

The Screening Test for Autism in Two-Years Old: tes screening autisme bagi anak usia 2 tahun yang dikembangkan oleh Wendy Stone di Vanderbilt didasarkan pada 3 bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.

Diagnosa yang akurat dari Autisme maupun gangguan perkembangan lain yang berhubungan membutuhkan observasi yang menyeluruh terhadap: perilaku anak, kemampuan komunikasi dan kemampuan perkembangan lainnya. Akan sangat sulit mendiagnosa karena adanya berbagai macam gangguan yang terlihat. Observasi dan wawancara dengan orang tua juga sangat penting dalam mendiagnosa. Evaluasi tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan adanya standardisasi dalam mendiagnosa. Tim dapat terdiri dari neurolog, psikolog, pediatrik, paedagog, patologis ucapan/kebahasaan, okupasi terapi, pekerja sosial dan lain sebaginya.

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Autisme
www.autis.info/

Diagnosa Autisme Sesuai DSM IV

Untuk mendiagnosa atau memperkirakan, apakah seorang anak menderita autism atau tidak. Berikut adalah simptom-simptomnya:

A. Interaksi Sosial (minimal 2):
 Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
 Kesulitan bermain dengan teman sebaya
 Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
 Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah

B. Komunikasi Sosial (minimal 1):
 Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non-verbal
 Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
 Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
 Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi sosial

C. Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif (minimal 1):
 Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
 Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
 Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Autisme
www.autis.info/

Autisme Dari Segi Psikologi Abnormal

Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Perpasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasif (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:
Autistic Disorder (Autism); Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.
Asperger’s Syndrome; Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.
Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS); Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).
Rett’s Syndrome; Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.
Childhood Disintegrative Disorder (CDD); Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.

Diagnosa Perpasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79).

National Information Center for Children and Youth with Disabilities (NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autisme.

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Autisme
www.autis.info/

Apa itu Autis?

Autisme adalah suatu kondisi gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sejak lahir ataupun saat masa balita yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
 Interaksi sosial,
 Komunikasi (bahasa dan bicara),
 Perilaku-emosi,
 Pola bermain,
 Gangguan sensorik dan motorik
 Perkembangan terlambat atau tidak normal.

Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Autisme
www.autisme.or.id

Pete: Buah ber-aroma khas dengan banyak khasiat.



Pete selalu dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, terutama para bajak laut (yaa iya lah karena matanya memang cuman sebelah). Bahkan pete sangat dihindari terutama oleh kalangan menengah keatas, karena menghindari baunya yang bisa menebar aroma khas di mulut dan juga di kamar mandi. Dibalik fakta yang cukup menggangu penciuman ini, ternyata buah unik khas asia tenggara ini memiliki banyak khasiat saudara-saudara.
(Tulisan ini tentunya akan membuat para pedagang dan petani pete bergembira)

- Mengandung kalori yang tinggi

Riset membuktikan dua porsi pete aja.. mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.
(Untuk Anda para atlet bela diri, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi pete sebelum berduel. Karena bisa membuat lawan Anda ‘K.O’, bukan karena pukulan atau tendangan Anda, melainkan karena bau mulut Anda).

- Obat Stres dan Depresi

Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi , banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax , memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia. (Tapi mungkin membuat orang lain kehilangan mood karena bau mulut Anda)

- PMS (premenstrual syndrome)

Jika mengalami PMS saat 'tamu' datang, para wanita tidak perlu minum jamu atau minum pil ini itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood. (Untuk para wanita dimohon untuk mengkonsumsi pete secukupnya saja, karena kasihan cowok/suami Anda...kebauan)

- Anemia
Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.



- Menurunkan Tekanan darah tinggi
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam , sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya , sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
(Perlu diperhatikan juga bahwa efek bau mulut Anda juga bisa memicu lawan bicara Anda ‘naik darah’)

- Meningkatkan Kemampuan otak

200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan , istirahat , dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.
(NB: walau Anda makan pete 1 pohon, kalau tidak belajar… ya sama aja bohong)

- Mengatasi Sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.

- Obat mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan "penyakit" mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh , sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh. (Hati-hati: Milkshake pete bisa membuat rekan satu perjalanan Anda tertular sakit mabuk)

- Mengurangi Rasa Kekenyangan
Pete memiliki efek antasid pada tubuh , sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.
(keterangan: makan petenya secukupnya aja, kalau kebanyakan bukan mengatasi kekenyangan, tetapi perut malah bisa meledak)


- Mengurangi Kegemukan
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.
Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.
(Untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan, disarankan untuk ngemil pete muda 7 renteng sehari. Dijamin Anda akan muntah-muntah serta buang-buang air, niscaya berat anda akan berkurang drastis).

- Stroke
Menurut riset dalam "The New England Journal of Medicine", makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.
*Rencananya Para ahli medis dari Rumah Sakit- Rumah sakit ternama di Jakarta akan mengembangkan obat bernama SP-SP (Sirup dan Puyer Sari Pete).

Itulah beberapa khasiat dari buah Pete. Dan untuk info lagi, Jika dibandingin sama apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.
(maka dari pada itu, tidak perlu mengkonsumsi Apel import yang harganya selangit. Makanlah Pete!)

SELAMAT MENCOBA…

Selasa, 09 Maret 2010

PERILAKU MENOLONG

Kenapa Orang menolong?

11 September 2001 benar-benar hari yang sadis dalam sejarah masyarakat Amerika Serikat, dengan korban jiwa yang luar biasa di gedung Wall Trade Centre (WTC), Pentagon dan Lapangan Pensilvania dimana pesawat United Flight 93 menghantam. Saat itu juga menjadi hari keberanian dan pengorbanan yang menakjubkan oleh orang-orang yang tidak ragu-ragu untuk menolong sesamanya. Banyak orang yang tewas ketika mencoba menolong yang lain, termasuk Petugas Pemadam Kebakaran 403 kota New York dan Petugas-petugas Polisi yang tewas ketika mencoba untuk menyelamatkan orang-orang dari gedung WTC.

Banyak pahlawan-pahlawan dari peristiwa ‘nine eleven’ ini adalah warga biasa yang dirinya juga dalam keadaan tertekan. Bayangkan jika kita sedang bekerja digedung WTC yang terkena musibah itu; pastinya ingin segera lari, bersembunyi dan menyelamatkan diri. Persis seperti istri dari William Wik yang meminta suaminya memelalui percakapan telpon untuk segera menyelamatkan diri dari lantai 92 gedung Selatan sesaat setelah serangan. “tidak bisa, masih banyak orang yang perlu ditolong disini”. Jasad Wik akhirnya ditemukan direruntuhan gedung Selatan, masih mengenakan kacamata kerjanya dengan senter ditangannya.

Abe Zelmanowitz bekerja di lantai 27 gedung Utara, dia bisa saja dengan mudah turun dan menyelamatkan diri lewat tangga, sesaat setelah pesawat menabrak lantai bawahnya. Tetapi dia malah tetap disitu bersama rekannya Ed Beyen seorang Quadriplegic, menunggu bantuan untuk membawa rekannya itu menuruni tangga. Akhirnya keduanya tewas bersama reruntuhan gedung.

Rick Rescorla seorang Kepala Security Perusahaan Morgan Stanley. Setelah pesawat pertama menabrak gedung utara, Rescorla dan pegawai di menara selatan di instruksikan untuk tetap tenang di tempat. Rescorla yang memang punya pengalaman bertahun-tahun dalam pendidikan keamanan gedung, sudah paham betul apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat seperti ini: mencari kawan, hindari lift dan evakuasi gedung. Segera dia informasikan rencananya ini dan ketika pesawat menabrak gedung selatan, dia berada di lantai 44 sedang mengatur evakuasi, meneriakan instruksi dengan pengeras suara. Setelah pegawai-pegawai Perusahan Morgan Stanley telah keluar gedung, Rescola memutuskan untuk menyisir kantor untuk memastikan tidak ada lagi yang tertinggal, dan dia pun akhirnya ikut binasa bersama gedung selatan. Rescola tercatat telah menyelamatkan nyawa 3,700 pegawai.

Lalu ada juga cerita dari penumpang United Flight 93. Dari percakapan telepon pesawat sesaat sebelum pesawat dibajak, tampak beberapa penumpang, diantaranya; Tod Beamer, Jeremy Glick, dan Thomas Burnett, para ayah ini menyerang cockpit dan bergulat melawan para teroris. Mereka memang tidak bisa mencegah tabrakan yang membunuh semua penumpang pesawat itu, tapi mereka berhasil menggagalkan terjadinya tragedi buruk. Pesawat itu awalnya diarahkan ke Washington, D.C., dengan target Gedung Putih dan Gedung DPR Amerika Serikat.

Ditranslate dari buku Psychosocial

BELAJAR – MENGAJAR SECARA KREATIF

Belajar dan mengajar itulah proses yang dilakukan dalam dunia pendidikan. Hal ini bisa diuraikan menjadi 2 aspek:

Belajar
Berarti hal ini ditujukan untuk kepada siswa. Karena subjek yang melakukan belajar adalah siswa/murid/mahasiswa. Belajar memang kegiatan yang dilakukan tanpa mengenal tepat, orang, ataupun waktu. Maka ada istilah belajar bisa dimana saja, oleh siapa saja, dan kapan saja. Jadi belajar sebenarnya tidak bisa diartikan secara sempit hanya untuk murid atau siswa atau mahasiswa saja.


 Mengajar

Berarti kata ‘mengajar’ mengarah kepada sosok pengajar, yaitu guru/dosen. Orang yang dipercaya untuk bisa ‘memberi pelajaran’ kepada muridnya, membagikan ilmu yang didapat kepada anak didiknya. Inilah tugas mulia dari para pengajar, yang harus diakui bahwa ini tidaklah mudah.

Kedua aspek diatas memang harus optimal, untuk memaksimalkan proses pendidikan, baik disekolah, di kampus, ditempat kursus, atau dimanapun. Bagaimana anak belajar dan bagaiman guru atau dosen menyampaikan pelajaran, proses itulah yang akan membawa suatu hasil kongkret nantinya.

Kedua subjek pendidikan ini (siswa & guru) memang perlu 1 hal, yaitu kreatifitas. Kreatifitas diperlukan agar proses pembelajaran tidak membosankan dan hasilnya pun maksimal. Untuk itu diperlukan cara-cara atau metode-metode yang menarik dan membangun, untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal.

BELAJAR SECARA KREATIF

Inilah yang harus dilakukan oleh para murid jika ingin maju. “Belajar Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras” itulah buku karangan Ron Fry yang memang benar adanya, bahwa kita harus belajar secara ‘cerdas’. Buku yang laris manis dipasaran ini, menyediakan CARA BELAJAR untuk para pembelajar.

Belajar secara kreatif berarti menemukan dan melakukan cara belajar yang sesuai dengan diri kita masing-masing. Sekarang ada istilah ‘quantum learning’ atau metode belajar lain. Apapun dan bagaimanapun itu, yang jelas tiap orang belum tentu berhasil ‘belajar’ dengan meniru ‘belajar’ orang lain. Setiap orang punya ‘gaya’ belajarnya sendiri.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dan melakukan cara belajar yang kreatif:

1. Starting
Starting is everything. memulai itu sulit tapi kita harus memulainya. sebelum masuk dalam ‘belajar’ itu sendiri kita harus memulai dari langkah berikut:

• Mengenal diri
Kita harus mengerti bagaimana sebenarnya diri kita dalam belajar. Ron Fry dalam bukunya, menjelaskan 3 hal dalam proses memandang diri sendiri dengan baik dan jujur:
- Mengevaluasi tingkat keterampilan kita saat ini, mengidentifikasi area keterampilan belajar, dimana usaha kita perlu dikonsentrasikan.
- Mengidentifikasi lingkungan dan gaya belajar yang sesuai untuk kita.
- Membuat kategori mata pelajaran berdasarkan seberapa besar minat kita pada mata pelajaran itu dan seberapa baik kita mengerjakannya.

• Motivasi
Dorongan atau motivasi harus ada untuk memacu kita dalam belajar. Motivasi dari dalam seperti cita-cita atau impian, itu penting dan harus ada. motivasi dari luar, seperti dorongan dari orang tua, teman-teman, kekasih kita yang bisa membuat kita makin semangat.


2. Proses
Setelah mengenal diri dan punya motivasi, kita tentunya makin cinta belajar. Biasakan hal ini! Dalam prosesnya kita akan menemukan cara-cara bagaimana kita harus belajar. Cara-cara menarik yang perlu dicoba, diantaranya:

• Membuat catatan pelajaran yang menarik dan simple
Membuat catatan mengenai materi yang dipelajari memang perlu. Untuk bahan belajar, tetapi usahakan buat catatan yang menarik. Buat dengan sistematis, singkat, ditambah gambar-gambar, tulisan berwarna-warni dan disusun rapih. Pastinya belajar kita akan menyenangkan.

• Memanfaatkan waktu
Waktu itu berlalu dengan cepat, dan kalau sudah berlalu, jelas tidak bisa kembali. Maka aturlah waktu kita dengan bijak. Pilih prioritas kegiatan yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Memang perlu ada waktu belajar khusus, tetapi belajar juga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

• Memanfaatkan fasilitas
Ber-internet, adalah fasilitas belajar yang menyenangkan. Pergunakanlah unutk mencari informasi, karena memang internet is more than library. Sesekali internet juga boleh digunakan untuk menghibur diri, dan membuka koneksi kedunia luar.

• Belajar kelompok
Kegiatan klasik ini sebenarnya sangat penting dan menarik. Kita bisa berdiskusi, bertukar pikiran bersama teman kita. Dalam suasana santai, ngobrol tentang pelajaran, pasti akan lebih termemori dalam otak.

3. Evaluasi
Setelah dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1 semester. Kita bisa melihat hasil dari proses pembelajaran yang kita lakukan. Acuannya tidak hanya dari nilai, tetai lihat kemajuan kita (progress). Apakah kita masih merasa bosan dalam belajar?. Poin itulah yang menjadi tolak ukur utamanya. Sebenarnya dalam tahap ini, kita kembali tahap nomer 1. Mengidentifikasi diri kita secara jujur.


Perlu diingat bahwa dalam melakukan segala sesuatu kita harus konsisten dan disiplin. Termasuk dalam hal belajar ini. Kita harus berusaha konsisten pada ‘jalur khusus belajar kita’. Dalam prosesnya pasti akan banyak tantangan dan godaan, tetapi nilai konsisten dan disiplin harus jadi pegangan.



Starting is everything tetapi setelah berhasil memulai, kita harus consistent mempertahankan apa yang telah dilakukan dan Finishing well itu perlu perjuangan.
(Anonim)

MENGAJAR SECARA KREATIF

Bagian yang harus dilakukan oleh para pengajar, entah guru, dosen, instruktur dan istilah lain. seorang guru tidak cukup hanya pintar atau ber-ilmu saja, tetapi cara bagaimana mereka mengajar, itulah yang dinilai. Cara penyampaian materi kepada murid, karakter, pembawaaan diri, serta bagaimana kedekatannya dengan objek yang diajar, itulah fokus utama para ‘pencetak masa depan’ ini.

Berikut ini ada 5 hal (5-if) yang menjadi tolak ukur mengajar secara kreatif:

1. Komunikatif

Pengajar dapat menyampaikan materi secara jelas dan sederhana kepada murid/mahasiswa. Bahasa yang digunakan, sisipan joke-joke yang menyegarkan, pasti akan membuat kegiatan belajar hidup. Memberi contoh kongkret, bercerita dari pengalaman pribadi, memberi alat peraga, memakai bahasa sehari-hari (gaul), pastinya makin meningkatkan pemahaman siswa/mahasiswa.

2. Interaktif
Dapat dilakukan dengan kegiatan tanya-jawab, diskusi, sesekali bercanda dengan murid. Intinya harus ada interaksi antara murid dengan guru, komunikasi 2 arah. Siswa tidak hanya menjadi patung yang mendengarkan, masuk telinga kiri lalu keluar kanan. Senyuman dan sapaan hangat juga merupakan bentuk interaktif guru dengan siswa.

3. Intensif
Memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Materi yang diberikan tidak perlu banyak dan dengan waktu yang lama, tetapi singkat, jelas, padat, dan sistematis, Pastikan ‘ada yang didapat’ oleh murid dari tiap pertemuan belajar.

4. Inovatif
Punya daya untuk ber-inovasi, membuat sesuatu yang beda/baru. Misalnya, gaya belajar dari film atau belajar dengan alat peraga menarik. Inovatif disini juga mengarah pada ‘up to date’, tidak ketinggalan berita. Dosen harus mengerti hal-hal apa saja yang baru-baru terjadi, info terkini, isu-isu yang marak. Jadi jangan melulu mencekoki materi.

5. Motivatif
Inilah yang penting, bahwa pengajar adalah seorang motivator. Artinya, dia mengarahkan dan mendorong siswa/mahasiswa untuk memaksimalkan diri pada bidangnya. Jika siswa melakukan salah jangan menghakimi lalu menghukum begitu saja, tetapi kita harus mendorong dia melakukan yang benar. Memberi apresiasi, bila muridnya melalukan sesuatu yang membanggakan. Jika ada siswa yang nilainya kurang bagus, guru bisa menjadi konselor dan penasihat yang baik.

Kepribadian guru juga bisa jadi motivasi anak, tidak jarang anak yang ingin menjadi seperti gurunya, setelah melihat teladan sikap atau karakter baik dari gurunya tersebut. Murid juga perlu dibekali nilai-nilai luhur untuk menghadapi hidup, jadi seorang guru memang perlu berkepribadian yang baik dan bisa jadi teladan.

Penangangan Anak ADHD


Apa yang harus saya lakukan jika saya pikir anak saya telah ADHD?
Berbicara dengan dokter anak Anda. ADHD Diagnosis dapat dibuat hanya dengan mendapatkan informasi tentang perilaku anak Anda dari beberapa orang yang mengenal anak Anda. Dokter Anda akan mengajukan pertanyaan dan mungkin ingin mendapatkan informasi dari guru anak Anda atau orang lain yang akrab dengan perilaku anak Anda. Dokter Anda mungkin memiliki bentuk atau daftar periksa bahwa Anda dan guru anak Anda dapat mengisi. Ini akan membantu Anda dan dokter Anda membandingkan perilaku anak dengan perilaku anak-anak lain. Dokter Anda mungkin ingin menguji penglihatan anak Anda dan pendengaran jika tes ini belum pernah dilakukan baru-baru ini.

Dokter mungkin merekomendasikan obat mencoba untuk melihat apakah itu membantu mengontrol perilaku anak hiperaktif. Sebuah pengadilan obat saja tidak bisa menjadi dasar untuk mendiagnosa ADHD. Namun, hal itu dapat menjadi bagian penting dalam mengevaluasi anak Anda jika ADHD dicurigai. Mungkin sulit bagi dokter untuk mengetahui apakah anak Anda telah ADHD. Banyak anak-anak yang menderita ADHD tidak hiperaktif di kantor dokter. Untuk alasan ini, dokter Anda mungkin ingin anak Anda melihat seseorang yang mengkhususkan diri dalam membantu anak-anak yang memiliki masalah perilaku, seperti psikolog.


Apa obat yang digunakan untuk mengobati ADHD?
Beberapa obat-obatan untuk ADHD methylphenidate, dextroamphetamine, atomoxetine, dan obat yang menggabungkan dextroamphetamine dan amphetamine. Obat-obatan ini meningkatkan perhatian dan konsentrasi, dan mengurangi perilaku impulsif dan overaktif. Obat lain juga dapat digunakan untuk mengobati ADHD. Bicarakan dengan dokter anda mengenai perawatan apa yang ia merekomendasikan.

Apa lagi yang bisa saya lakukan untuk membantu anak saya?
Sebuah tim usaha, dengan orang tua, guru dan dokter bekerja sama, adalah cara terbaik untuk membantu anak Anda. Anak-anak yang menderita ADHD mungkin sulit untuk orangtua. Mereka mungkin memiliki kesulitan memahami arahan, dan keadaan terus-menerus dapat menantang untuk orang dewasa. Anak-anak yang menderita ADHD juga cenderung memerlukan lebih banyak struktur dan harapan yang lebih jelas. Anda mungkin perlu mengubah kehidupan rumah sedikit untuk membantu anak Anda. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu:
• Buatlah jadwal. Tetapkan waktu tertentu untuk bangun, makan, bermain, mengerjakan pekerjaan rumah, melakukan pekerjaan rumah tangga, menonton TV atau bermain video game, dan pergi tidur. Letakan jadwal di mana anak Anda akan selalu melihatnya. Jelaskan setiap perubahan pada rutinitas sebelumnya.
• Buatlah aturan rumah sederhana. Ini penting untuk menjelaskan apa yang akan terjadi ketika aturan yang dipatuhi dan ketika mereka langgar. Tuliskan aturan dan hasil tidak mengikuti mereka.
• Pastikan arahan dimengerti. Dapatkan perhatian anak Anda dan melihat langsung ke mata nya. Kemudian katakan pada anak Anda dengan jelas dan suara yang tenang secara spesifik apa yang Anda inginkan. Hindari arahan sederhana dan pendek. Mintalah anak Anda untuk mengulangi petunjuk kembali kepada Anda.
• Reward perilaku yang baik. Ucapkan selamat anak Anda ketika dia menyelesaikan setiap langkah tentang tugas.
• Pastikan anak Anda diawasi sepanjang waktu. Karena mereka impulsif, anak-anak yang menderita ADHD mungkin membutuhkan lebih banyak pengawasan orang dewasa daripada anak-anak lain usia mereka.
• Perhatikan anak Anda di sekitar atau teman-temannya. Ini kadang-kadang sulit bagi anak-anak yang menderita ADHD untuk belajar keterampilan sosial. Reward perilaku bermain baik.
• Tetapkan rutin pekerjaan rumah. Pilihlah tempat biasa untuk melakukan pekerjaan rumah, jauh dari gangguan seperti orang lain, TV dan video game. Istirahat PR waktu menjadi bagian-bagian kecil dan istirahat.
• Fokus pada usaha, bukan nilai. Reward anak Anda ketika ia mencoba untuk menyelesaikan pekerjaan sekolah, bukan hanya untuk nilai yang baik. Anda dapat memberikan hadiah ekstra untuk mendapatkan nilai yang lebih baik.
• Berbicara dengan guru anak Anda. Cari tahu bagaimana anak Anda lakukan di sekolah di kelas, pada jam istirahat, saat makan siang. Mintalah kemajuan harian atau mingguan catatan dari guru.

Beberapa anak manfaat dari konseling atau dari terapi terstruktur. Keluarga mungkin mendapat manfaat dari berbicara dengan seorang spesialis dalam mengelola ADHD dan perilaku yang berhubungan dengan masalah belajar.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pewarna makanan tertentu dan pengawet dapat menyebabkan atau memperburuk perilaku hiperaktif pada beberapa anak-anak. Berbicara dengan dokter tentang apakah Anda perlu membuat perubahan apa pun anak Anda diet.

Sumber:
www.family¬¬_doctor.org
www.klinik_dokter.com
www.conectique.com

Penyebab ADHD

Apa penyebab ADHD?
Anak-anak yang menderita ADHD tidak menghasilkan cukup bahan kimia di bidang utama di otak yang bertanggung jawab untuk mengorganisasikan pikiran. Tanpa cukup bahan kimia ini, pusat-pusat pengorganisasian otak tidak bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan gejala pada anak-anak yang menderita ADHD. Penelitian menunjukkan bahwa ADHD lebih sering terjadi pada anak-anak yang memiliki kerabat dekat dengan gangguan. Penelitian terakhir juga membuktikan merokok dan penyalahgunaan bahan lainnya selama kehamilan berpengaruh untuk ADHD. Paparan racun lingkungan, seperti timah, juga dapat menjadi faktor.


Hal-hal yang tidak menyebabkan ADHD:
• Pola asuh orangtua yang buruk (meskipun kehidupan rumah yang tidak teratur dan lingkungan sekolah dapat membuat gejala lebih buruk)
• Terlalu banyak gula
• Terlalu sedikit gula
• Aspartame (salah satu nama merek: NutraSweet)
• Alergi makanan atau alergi
• Kekurangan vitamin
• Lampu neon
• Terlalu banyak nonton TV
• Video games

Sumber:
www.family¬¬_doctor.org
www.klinik_dokter.com
www.conectique.com

Apa itu ADHD

ADHD: Yang Orangtua Harus Tahu
Apa itu ADHD?

Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah nama sekelompok perilaku yang ditemukan di banyak anak-anak dan orang dewasa. Orang yang memiliki kesulitan memperhatikan di sekolah, di rumah atau di tempat kerja. Mereka mungkin jauh lebih aktif dan/atau impulsif daripada apa yang biasa bagi usia mereka. Perilaku ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam hubungan masalah, belajar dan perilaku. Untuk alasan ini, anak-anak yang menderita ADHD kadang-kadang dipandang sebagai "sulit" atau memiliki masalah perilaku.

ADHD lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan. Anda mungkin akan lebih akrab dengan istilah attention deficit disorder (ADD). Gangguan ini diganti namanya pada tahun 1994 oleh American Psychiatric Association (APA).

Apa saja gejala ADHD?
Anak dengan ADHD yang intensif akan memiliki 6 atau lebih gejala berikut:
• Kesulitan mengikuti petunjuk
• Kesulitan menjaga perhatian pada pekerjaan atau kegiatan bermain di sekolah dan di rumah
• Kehilangan hal-hal yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan di sekolah dan di rumah
• Tampaknya tidak mendengarkan
• Tidak memberi perhatian terhadap detail
• Sepertinya tidak teratur
• Mengalami kesulitan dengan tugas-tugas yang membutuhkan perencanaan ke depan
• Pelupa
• Mudah terganggu

Anak dengan ADHD yang hiperaktif / impulsif akan memiliki sekurang-kurangnya 6 dari gejala berikut:
• Gelisah
• Berlari-larian atau memanjat tidak karuan
• Tidak dapat bermain dengan tenang
• Keluar jawaban ceplas-ceplos
• Menyela orang
• Tidak bisa duduk diam di kursi
• Berbicara terlalu banyak
• Selalu bergerak
• Mengalami kesulitan menunggu gilirannya
Anak-anak yang menderita ADHD mempunyai gejala selama setidaknya 6 bulan.

Sumber:
www.family¬¬_doctor.org
www.klinik_dokter.com
www.conectique.com

Pengertian ADHD

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD atau AD / HD) adalah sebuah neurobehavioral gangguan perkembangan. ADHD terutama dicirikan oleh "ko-eksistensi dari attentional masalah dan hiperaktif, dengan setiap perilaku yang terjadi jarang sendirian."

ADHD adalah yang paling sering dipelajari dan didiagnosis gangguan kejiwaan pada anak-anak, mempengaruhi sekitar 3 sampai 5% dari anak-anak dengan gejala global dimulai sebelum usia tujuh tahun. ADHD merupakan kronis terkini kelainan pada anak-anak dengan 30 sampai 50% dari orang-orang didiagnosis pada masa kanak-kanak terus mengalami gejala sampai dewasa. Remaja dan orang dewasa dengan ADHD cenderung untuk mengembangkan mekanisme bertahan untuk mengkompensasi sebagian atau semua gangguan mereka.

Meskipun sebelumnya dianggap sebagai diagnosis masa kanak-kanak, ADHD dapat terus sepanjang masa dewasa. 4,7 % orang dewasa Amerika diperkirakan hidup dengan ADHD. ADHD didiagnosa dua sampai empat kali sebagai anak laki-laki seperti yang sering pada anak perempuan, meskipun studi menunjukkan perbedaan ini mungkin disebabkan oleh bias subyektif guru pengarah. ADHD manajemen biasanya melibatkan beberapa kombinasi dari obat-obatan, modifikasi perilaku, perubahan gaya hidup, dan konseling. Gejala-gejalanya dapat sulit dibedakan dari gangguan lain, meningkatkan kemungkinan bahwa diagnosis ADHD akan tertinggal atau sebaliknya. Selain itu, sebagian besar dokter belum menerima pelatihan formal dalam penilaian dan pengobatan ADHD, terutama pada pasien dewasa.

ADHD dan diagnosis dan pengobatan telah dianggap kontroversial sejak tahun 1970-an. Kontroversi ini telah melibatkan dokter, guru, pembuat kebijakan, orang tua dan media. Pendapat mengenai berkisar ADHD tidak percaya itu ada pada semua untuk percaya ada genetik dan fisiologis dasar untuk kondisi serta perbedaan pendapat tentang penggunaan obat perangsang dalam perawatan. Kebanyakan penyedia layanan kesehatan menerima bahwa ADHD adalah kelainan asli dengan perdebatan dalam komunitas ilmiah keterpusatan terutama di sekitar bagaimana didiagnosis dan diobati. The AMA Council on Scientific Affairs pada tahun 1998 menyimpulkan bahwa “kriteria untuk ADHD diagnostic didasarkan pada penelitian empiris dan luas, jika diterapkan secara tepat, mengarah pada diagnosis sindrom interrater tinggi reliabilitas, validitas wajah yang baik, dan tentu saja prediktabilitas tinggi dan pengobatan responsif.”
Sumber: Wikipedia Ensiklopedi